Selasa, 19 Mei 2009

BEKERJA SAMA DALAM SATU TIM

BEKERJA SAMA DALAM SATU TIM


I.Prinsip-prinsip Bekerja sama dalam Tim

A.Pengertian Tim

Dilihat dari asal katanya,tim merupakan terjemahan dari kata Inggris yaitu together,everyone dan achieves,yang artinya bekerja sama.Maksudnya jika sesuatu pekerjaan dikerjakan dengan cara bekerja sama maka akan dapat mencapai hasil yang lebih baik,jadi dengan bekerja sama dalam satu tim maka hasil yang dicapai akan lebih besar daripada dikerjakan secara perorangan.

Tim merupakan bentuk khusus dari kelompok kerja yang berbeda dengan bentuk-bentuk kelompok kerja lainnya.Tim beranggotakan orang-orang profesional yang dikoordinasikan untuk bekerja sama dalam menangani suatu tugas atau pekerjaan tertentu.Dengan kata lain tim adalah sekelompok orang dengan latar belakang keahlian yang menjalin kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.


B.Ciri-ciri sebuah Tim

Ciri-ciri sebuah tim adalah sebagai berikut:

1.Setiap anggota tim mempunyai ciri dan identitas yang sama

2.Setiap anggota tim mengetahui missi,tujuan dan sasaran yang ingin dicapainya

3.Setiap anggota tim dibawah seorang pimpinan yang sama

4.Setiap anggota tim merasakan dampak keberhasilan dan kegagalan

5.Setiap anggota tim saling bekerjasama dan berkolaburasi dalam melaksanakan tugas

6.Tim terdiri atas berbagai macam orang dengan latar belakang keahlian berbeda-beda


C.Faktor-faktor pembentukan Tim

Faktor-faktor yang mendasari pembentukan tim adalah sebagai berikut:

1.Pemikiran dua orang atau lebih cenderung lebih baik dari pada hasil pemikiran satu orang

2.Konsep energi(1+1>2),yaitu bahwa hasil keseluruhan tim jauh lebih baik daripada jumlah bagiannya

3.Anggota tim dapat saling mengenal dan saling percaya sehingga mereka dapat saling membantu dan

bekerja sama

4.Kerja sama tim dapat menyebabkan komunikasi terbina dengan baik


D.Karakteristik sebuah Tim

Tidak semua kumpulan orang dapat dikatakan suatu tim,untuk menjadi suatu tim,kumpulan orang itu harus memiliki karakter sebagai berikut:

1.Ada kesepakatan terhadap missi tim

Agar suatu kelompok orang dapat menjadi suatu tim yang dapat bekerja sama secara efektif jika semua anggotanya memahami dan menyepakati missi dan tujuan tim

2.Semua anggita mentaati peraturan yang berlaku

Suatu tim mempunyai suatu peraturan atau pranataa tersendiri sebagai landasan kerja dalam rangka mencapai missi dan tujuan.Sekelompok orang dapat menjadi suatu tim apabila mereka mentaati peraturan atau norma yang berlaku

3.Adanya pembagian tugas,tanggung jawab dan wewenang

Suatu tim akan berjalan dengan baik jika tugas,tanggung jawab dan wewenang dibagi secara adil dan bijaksana kepada setiap anggota.Suatu kelompok akan dikatakan sebuah tim jika terdapat pembagian tugas,tanggung jawab dan wewenang diantara para anggotanya.

4.Dapat beradaptasi terhadap perubahan

Setiap anggota tim harus dapat saling mambantu dan saling beradaptasi secara sehat dan positif terhadap yang terjadi.


Jelaslah bahwa swkumpulan orang belum tentu merupakan suatu tim.Sebab orang-orang yang ada dalam kelompok atau perkumpulan belum tentu dapat bekerja sama,mempunyai missi dan tujuan yang sama serta dapat saling pengertian dan saling membantu.


E.Prinsip-prinsip Kerja sama Tim

Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam membentuk suatu tim adalah sebagai berikut:

1.Identitas Pribadi anggota tim

Sudah merupakan hal yang alami jika seseorang ingin apakah mereka cocok berada didalam suatu tim atau tidak.Faktor saling percaya antar anggota tim rupanya sangat penting.Oleh karena itu setiap anggota tim harus mengenal identitas dan karakter pribadi masing-masing.Suatu tim tidak akan dapat berjalan efektif apabila para anggotanya tidak merasa cocok satu dengan yang lain.

2.Hubungan antar anggota tim

Agar setiap anggota tim dapat bekerja sama,mereka tentu saja harus saling mengenal,saling berhubungan,saling berkomunikasi.Untuk itu dibutuhkan waktu bagi anggota tim yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan,politik dan status sosial budaya yang berbeda-beda untuk saling mengenal dan bekerja sama.


II.Manfaat dan Tujuan Bekerja Tim

A.Fungsi Kerja sama dalam tim

Bekerja dlam tim mempunyai banyak fungsi dan manfaat.Fungsi bekerja sama dalam tim antara lain dpat mengubah sikap,perilaku dan nilai-nilai pribadi serta dalam mendisplinkan anggota lainnya.Anggota tim yang banyak menyimpang dapat ditekan dan diluruskan dengan kewajiban untuk mematuhi dan melaksanakan aturan atau norma yang berlaku dalam tim.Selain itu tim dapat digunakan untuk pengambilan keputusan,merundingkan serta bernegosiasi.Anggota tim dengan latar belakang yang berbeda-beda mungkin saja membawa perpektif atau pengaruh positif terhadap proses pengambilan keputusan.

Cara kerja tim menghendaki adanya komunikasi terbuka diantara semua anggota,interaksi antar anggota tim yang efektif akan mempengaruhi dinamika kerja rim,sebagai cintih anggota yang berpartisipasi dalam penyusunan rencana akan terikat oleh upaya pencapaian tujuan.Pemahaman tentang tim merupakan hal yang penting untuk dapat melaksanakan semua fungsi manajemen terutama kepemimpinan,sebab sebuah tim adalah refleksi dari kenyataan hidup kelompok orang yang terorganisasi.

Tim tidak hanya penting dan bermanfaat bagi organisasinya saja,tetapi juga memberi manfaat bagi individu para anggotanya.Tim dapat menyediakan kepuasan sosial bagi para anggotanya maka perasaan pemilikan dan dukungan terhadap tim akan berkurang,manfaat lain dari tim adalah meningkatkan komunikasi interpersonal diantara para anggotanya.

Secara lebih rinci manfaat bekerja dalam tim adalah sebagai berikut:

*Manfaat bagi organisasi:

1.Meningkatkan produktifitas kerja

2.Meningkatkan kuaitas kerja

3.Meningkatkan mentalitas kerja

4.Meningkatkan kemajuan organisasi

*Manfaat bagi anggotanya:

1.Stess atau beban kerja akibat pekerjaan akan berkurang

2.Tanggung jawab atas pekerjaan dipikul bersama

3.Memperoleh balas jasa dan penghargaan

4.Sebagai media aktualisasi diri

5.Dapat menyalurkan bakat dan kemampuan


B.Tujuan Kerja sama dalam Tim

Pada dasarnya tujuan bekerja sama dalam tim didasarkan pada prinsip berikut ini:

1.Kesatuan Tujuan

Setiap anggota tim tentu saja mempunyai persamaan tujuan.Prinsip kesatuan tujuan ini mencakup kesamaan visi.missi dan sasaran dan program kerja tim.Apabila suatu program garapan suatu proyek harus diselesaikan selama suatu periode waktu tertentu maka pola pelaksanaan kerja tim harus disesuaikan dengan prinsip kesatuan tujuan.

2.Efisiensi

Suatu tim adalah efisien jika setiap anggota menyelesaikan tugas atau pekerjaan secara cepat,efisien dan efektif.Suatu tim yang efisien adalah yang bekerja tanpa pemborosan dan kecerobohan sehingga memberikan kepuasan kerja.

3.Efektifitas

Tujuan bekerja dalam tim antara lain untuk meningkatkan produktifitas dan efektifitas kerja,suatu tim dikatakan efektif jika telah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a.Tujuan yang jelas dan operasioanal

b.Keterampilan yang memadai

c.Komitmen

d.Saling percaya

e.Komunikasi yang baik

f.Kemampuan negosiasi

g.Kepemimpinan yang tepat


III.Tugas dan Tanggung Jawab dalam Tim

A.Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Tim

Secara umum tugas dan tanggung jawab anggota tim adalah sebagai berikut:

1.Mewujudkan tujuan dan missi tim

2.Memelihara kebersamaan dalam tim

3.Mematuhi dan melaksanakan ketentuan atau norma yang berlaku dalam tim

4.Merealisasikan tugas dan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya

5.Menjaga nama baik dan kerahasiaan tim

6.Menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan pekerjaan tim

7.Memberikan konstribusi yang nyata memanjukan kerjasama tim

8.Ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tim serta menerima dan melaksanakan keputusan

tim dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab.


B.Tugas dan Tanggung Jawab Pimpinan Tim

Kepemimpinan pada dasarnya merupakan proses menejemen dalam rangka memberikan pengaruh,bimbingan dan pengarahan terhadap kegiatan yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Secara umum tugas dan tanggung jawab pimpinan tim adalah sebagai berikut:

1.Kreatif dan proaktif dalam memberikan dukungan terhadap kerja sama tim

2.Membimbing dan mengarahkan seluruh anggota dalam pelaksanaan kerja sama tim

3.Menanggapi dan menangani setiap permasalahan yang timbul sebagai dampak negatif dari kerja sama

tim

4.Memikul seluruh tanggung jawab terhadap maju mundurnya kerjasama tim

5.Memberikan komando terhadap pelaksanaan tugas dan kegiatan tim




C.Tugas dab Tanggung Jawab Anggota yang pasif

Dalam kerja tim,setiap anggota dituntut aktif dan kreatif dalam memberikan konstribusinya bagi kemajuan tim,dalam kerja tim tidak ada istilah keberhasilan indvidu,melainkan keberhasilan tim.Setiap anggota tim diharapkan dapat mengerahkan segenap kemampuannya untuk kemajuan tim.

Jika dalam sebuah tim terdapat angggota tim yang pasif untuk sebagian orang mungkin saja tidak menjadi masalah,namun bagi sebuah teamwork rekan kerja yang pasif merupakan persoalan yang perlu segera diatasi karena akan mengganggu kerja sama tim.

Mengeluarkan si pasif dari kelompok tentu saja bukan tindakan yang bijaksana,akan tetapi membiarkan anggota dalam kepasifan juga merupakan langkah yang sehat.Untuk mengatasi tim yang pasif dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

1.Pimpinan bertindak lebih tegas

2.Pimpinan jangan ragu menegur

3.Pimpinan harus cerdas dalam pembagian tugas kerja

4.Pimpinan jangan sering menghendel pekerjaan

5.Pimpinan jangan ikut-ikutan pasif


D.Tugas dan Tanggung Jawab Bekerja dalam Tim

Pembentukan suatu tim tentu saja tidak dengan sendirinya akan dapat berjalan efektif sebagaimana yang diharapkan.Oleh karena itu diperlukan suatu strategi untuk mengatasi berbagai kendala dan hambatan yang muncul.

Dalam hal ini King menganjurkan 10 strategi yang disebut sepuluh perintah tim untuk meningkatkan kinerja suatu tim dalam rangka mencapai missi dan tujuan organisasi,antara lain:

1. Saling ketergantungan

2. Perluasan tugas

3. Penjajaran

4. Bahasa yang umum

5. Kepercayaan atau respek

6. Kepemimpinan yang dibagi rata

7. Ketrampilan pemecahan masalah

8. Ketrampilan menangani konflik

9. Penilaian atau tindakan

10.Perayaan


IV.Tahapan Perkembangan Tim

Individu-individu yang bergabung dalam satu tim sebenarnya berangkat dari latar belakang karakteristik kepribadian yang berbeda,latar belakang pengetahuan dan pengalaman yang berbeda,dan juga kepentingan yang berbeda-beda.Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika terjadi suatu konflik dibalik prestasi kerja yang dicapai.

Sebuah tim kerja yang berprestasi tidak terbentuk secara instant,melainkan melaui proses dan tahapan yang dimulai dari pembentukan rasa kekelompokan,fase pancaroba,fase pembentukan norma sampai fase prestasi.

A.Tahapan Pembentukan Rasa Kekelompokan

Tahap Pembentukan rasa kekelompokan merupakan tahap awal dalam proses kerja sama tim,pada tahap ini setiap individu dalam kelompok melakukan berbagai penjagaan terhadap anggota lainnya mengenai hubungan antar pribadi yang dikehendaki kelompok.Pada tahap pertama inilah secara berangsur-angsur mulai diletakan pola dasar perilaku tim,baik yang berkaitan dengan tugas tim maupun hubungan antarpribadi anggotanya.



Pada tahap ini tujuan tim masih belum jelas karena masih mencari-cari bentuk,dalam kaitannya dengan hubungan antar pribadi semua anggota mulai meraba-raba dan menjajaki situasi tim,hubungan satu sama lainnya diliputi oleh perasaan malu-malu,ragu-ragu dan sikap sopan santun yang bersifat basa-basi.Dalam kondisi hubungan antarpribadi yang masih diliputi kekakuan seperti ini,tim belum mampu menghasilkan prestasi kerja yang berarti.

Kondisi akhir yang diharapkan terjadi dalam fase ini adalah hilangnya kekakuan dalam hubungan antar pribadi,semua anggota merasa bahwa mereka berada dalam satu kesatuan tim.Diluar mereka adalah orang-orang lain yang bukan termasuk anggota tim.produk akhir dari fase ini diharapkan terbentuknya kekelompokan diantara anggotanya.


B.Tahapan Pancaroba

Pada fase kedua dari proses perkembangan tim adalah upaya memperjelas tujuan tim mulai tampak dan partisipasi anggota meningkat,sadar atau tidak sadar,pada tahap ini anggota tim mulai mendeteksi kekuatan dan kelemahan anggota masing-masing anggota tim melalui proses interaksi intensif.Fase ini ditandai oleh mulai terjadinya konflik satu sama lain,karena setiap anggota nenonjolkan rasa kekakuannya masing-masing,anggota yang merasa kuat mengekploitir anggota lain yang terlihat lemah atau bahkan ada anggota yang terlihat menentang timnya.Salah satu ciri penting dari fase ini adalah dengan berbagai cara apapun anggotanya akan tetap saling mempengaruhi satu sama lain,oleh karena itu pada tahap ini sangat rawan konflik dan ketegangan.

Secara perlahan-lahan mulailah terlihat karakteristik gaya kepribadian masing-masing anggota tim,ada yang ingin menang sendiri,ada yang lebih suka mengalah,bahkan ada yang mudan tersinggung dan kecewa,sehingga keluar dari anggota tim.

Akan tetapi ada pula yang pandai menghimpun berbagai aspirasi yang berbeda menjadi satu kesatuan pendapat yang bisa diterima oleh seluruh anggota tim.Dalam tahap pancaroba ini semua anggota sudah mulai mengenal siapa dirinya,dan siapa orang lain dalam kelompoknya.Mulai terlihat kekuatan dan kelemahan masing-masing anggota dan mulai diketahui siapa yang pantas diserahi tugas dan tanggung jawab sebagai pimpinan tim,siapa pemikir,siapa pelaksana dan lain sebagainya,sehingga peran masing-masing anggota mulai jelas.

Dalam perkembangan sebuah tim,fase pancaroba ini merupakan fase paling panjang perjalanan waktunya,sebab didalam fase inilah melalui berbagai bentuk konflik den kerja sama muncul kesadaran dan pemahaman dari setiap anggota tim tentang adanya aspek-aspek kepribadian yang unik dalam hubungan interpersonal seperti perbedaan persepsi,perbedaan cara berkomunikasi,perbedaan dalam gaya kepemimpinan,perbedaan wawasan,dan sebagainya.Seberapa jauh kepemimpinan setiap anggota tim dalam mengantisipasi perbedaan-perbedaan tersebut akan menentukan tinggi rendahnya ringkat efektifitas kerja tim.


C.Tahapan Pembentukan Norma

Dalam fase ketiga ini meskipun masih terjadi tetapi anggota tim mulai melihat karakteristik kepribadian masing-masing secara lebih mendalam sehingga dapat memahami mengapa terjadi perbedaan dan konflik.Setiap anggota tim mulai mengetur cara-cara berkomunikasi dengan orang-orang tertentu,cara membantu orang lain dan cara memperlakukan orang lain dalam tim.

Dengan adanya pemahaman demikian maka ikatan dan rasa percaya serta kepuasan hubungan dan consensus diantara anggota tim dalam pengambilan keputusan meningkat,setiap anggota mulai merasakan perlunya kesatuan pendapat mengenai perilaku sehingga melahirkan nilai-nilai dan norma kelompok,kondisi akhir dari tahap pembentukan norma ini adalah terciptanya suasana kerja yang penuh keharmonisan dalam tim.




D.Tahapan Berprestasi

Pada fase berprestasi ini tim sudah mulai memiliki suasana hubungan kerja yang harmonis antara anggota yang satu dengan yang lainnya,norma kelompok sudah disepakati,demikian pula tujuan dan tugas tim serta peran-peran masing-masing anggota telah mulai jelas,terwujud suatu keterbukaan dalam komunikasi,interaksi dan kerja sama dengan mentolerir perbedaan pendapat.

Pada tahap inilah sebuah tim dapat berprestasi dan menjadi tim yang solid,dalam hal ini tim mampu berbuat secara efektif dan produktif sehingga tim menampilkan prestasi kerja yang optimal.Dalam hal ini fungsi kepemimpinan sangat mewarnai kenerja tim.kedewasaan anggota tim juga menentukan sejauh mana kemampuan bertahan dari sebuah tim dalam melewati tahapan kesulitan.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar